Quantcast

Saturday, September 28, 2013

Sesuatu Itu Menjadi Pertanyaan

Apakah kamu menyukai Gaya Hidup Bahagia? Klik Like / suka

Hidup Bahagia
Sesuatu itu belum berlalu
Sesuatu itu masih segar dalam ingatanmu dan masih terpatri dalam diriku
Sesuatu yang terlukiskan di atas kanvas-kanvas bergelombang
Di atas batu karang meninggi
Berselimut air laut tanpa pernah surut
Dan sesuatu itu terus saja di situ untuk menghitung detik-detikmu
Memenjarakan akal yang tersembunyi di balik kain wol keangkuhan jam-jamku
Sesuatu itu masih merona di atas tiang-tiang merapuh
Meski beruang kutub seputih salju di winter sonata terindah telah datang merobeknya
Tanpa salam...
Tanpa Jawaban...
Salam tinggallah sendiri
Tanpa ampunan di bulan suci
Berulangkali
Sampai kini sesuatu itu terus berkibar diantara bunyi sirine pemadam kebakaran
Api-api hawiyah.
Sesuatu itu semakin lama semakin layu
Akupun tiada mengerti
Mengapa sesuatu itu berubah menjadi pertanyaan-pertanyaan aneh yang selalu muncul di otakku
Silih berganti
Dengan susah payah aku mencari jawabnya
Bertanya kepada setiap insan yang kutemui
Mengadu kepada setiap benda yang kulihat
Juga kepada kertasku dan pena kesayanganku
Namun semuanya tak bisa memberi yang pasti
Dan pertanyaan-pertanyaan itu semakin membara
Ku dengar deru angin sepoi
Sembari berharap dia datang membisikkan suatu tanda
Ku tengadahkan kepala di bawah gemericik air hujan
Berharap api yang membara akan padam
Namun semuanya percuma
Hanya membuat hatiku semakin bosan
Dengan penuh keyakinan
bahwa aku di kutuk Tuhan...!!!

Bintan, 29 November 2005

Wednesday, September 25, 2013

Support LFC and You'll Never Walk Alone

Apakah kamu menyukai Gaya Hidup Bahagia? Klik Like / suka

Hello everyone, my name Wansa Ramadhan, just call me Bintan _kopite, because I live on Bintan island, Bintan is one of thousands beautifull islands in Indonesia, located at south east of Singapore.
I am an Indonesian, become a Liverpool fan since
2005, the year in which Liverpool won the Champions League for the fifth time.

I honestly do not know much about the LFC since I was born from the class of underprivileged families in the country. but it all changed when I accepted to work in multinational company. with computer facilities and Internet networks, I started looking for information about my idol team, Liverpool FC.
I am more proud to find how great LFC, with 18 league titles, 4 league's second division title, a Lancashire league, 7 FA cups, 7 league cup, 15 FA Charity Shield / FA Community Shield, 3 uefa cup, 3 uefa super cup and 5 european cup / UEFA championsleague, has shown how great LFC in the past.
There is one thing that made me uneasy, because I'm the only person in my family love football and I'm the only one LFC fans in my neighborhood. But I'm proud because I was the only fans who know the history of the team that I support, unlike friends who support a winning team at the moment only.
Indeed I am alone in my neighborhood, but here, at THE KOP I'm never alone, I have all of you, supporters of LFC. Here I can share with you, in good times and sorrows, when winning and losing we will always remain together, in accordance with the spirit of our team, You'll Never Walk Alone.
Yeah, with support Liverpool FC, You'll Never Walk Alone. 
In the end I'm sorry to my english is not so perfect, I just wanted to tell you, I am very proud to be a supporter of Liverpool FC, ​​very very proud.
Have a nice day and YNWA.
Warm regards
Wansa Ramadhan

Tuesday, September 24, 2013

Nafas Cinta

Apakah kamu menyukai Gaya Hidup Bahagia? Klik Like / suka

Gaya Hidup Bahagia

Ketika bumi terguncang begitu hebatnya oleh cinta
Seluruh insan makin terlarut dalam bilur-bilur embun asmara.
   Selangkah namun pasti
   Desahan nafas-nafas mulai panjang
   Lalu putus terhenti
   Dan korban pertama telah mati.
Pun demikian dengan nafasku,
Mulai terengah dan tersengal
Ragaku mulai redup dan layu
Jiwaku resah...
Pilu...
Karena aku baru mengerti
Ternyata cinta bukanlah nikmat hakiki.

Pacitan, 02 Mei 2004

Monday, September 23, 2013

Sahabat

Apakah kamu menyukai Gaya Hidup Bahagia? Klik Like / suka


Bintan, 26 September 2008

Sahabat...
Kapan pesta ini berakhir?
Aku lelah
Menenggak anggur yang merona gosong, mendebarkan dan memabukkan
    Tanganku capek
   Menuang bir dari botol kosong,
   Sesaat...
   Dan Hanya nampak tutupnya sahaja.
Sahabat...
Kapan pesta ini berakhir?
Aku lelah
Melongok ke atas langit mendung dan menyaksikan bintang-bintang buatan yang terpecah.
Tengkukku pegal
Seolah terpenggal
Ketika aku melewatkan sinaran bunga apimu
Engkau selalu menjegalku.
   Sahabat...
   Kapan pesta ini berakhir?
   Aku lelah merayakan keimitasian dan menyelam di kolam kenaifan yang sejengkal
   kosong melompong dan mendayu biru itu
Sahabat...
Kapan pesta ini berakhir?
Aku lelah
Aku capai
Bilakah semuanya langsai?

Thursday, September 5, 2013

Pesona Pantai Alila

Apakah kamu menyukai Gaya Hidup Bahagia?

Sabtu 31 Agustus 2013.

     Suasana hari libur begitu indah. Mentari terbit tanpa terhalang sedikitpun oleh awan. Angin sepoi semilir menerpaku yang sedang berjalan-jalan mengelilingi halaman rumah. Sayangnya hari itu aku nggak tahu mau ngapain. Hari itu terasa bosan dirumah, pengen cari suasana baru. Tiba-tiba teringat kalo hari ini ada kawan yang mau survey lokasi pantai, denger-denger empat hari lagi akan datang beberapa investor yang mau lihat pantai tersebut. Yah kalo cocok, tanahnya mau di beli.
    Tanpa berpikir panjang akhirnya aku langsung cabut ke kantor, nungguin temen yang bawa mobil untuk membawa kami ke lokasi pantai. Iseng sambil nunggu, aku puter radio online JANGO. Eh gak nyangka aku nemu lagu super keren dari Alice Cooper ini. Niat jalan-jalannya jadi makin menggebu coy.


     Gak lama kemudian jemputan datang. Setelah comot beberapa kaleng dan botol minuman dari kulkas kantor, kami cabut. Perjalanannya tidak begitu jauh, hanya sekitar 10km dari kantor. Tapi kendaraan tidak bisa masuk sampai ke tepi pantai. Mau gak mau aku jalan dari atas bukit dengan kemiringan sekitar 60 derajat sepanjang -+ 100 meter. Melewati semak belukar. Nyamuk-nyamuk pun mulai menyerbu. Maklumlah jarang banget orang yang datang ke pantai ini. Jadi butuh perjuangan dan kekuatan fisik extra untuk datang, sodara-sodara.

Gaya Hidup Bahagia

Pin It!

      Akhirnya kami nyampek juga.  Dan "WOW" pemandangannya keren banget.

Tuesday, September 3, 2013

Ayahku Inspirasiku

Hidup bahagia ayahku inspirasiku

Pin It!

     Jujur aku bingung untuk memulai cerita tentang orang-orang yang menginspirasi kehidupanku. Aku bingung memilih diantara ayah dan ibuku, siapakah yang akan aku ceritakan untuk pertama kali. Namun setelah melalui pertimbangan yang tidak mudah, akhirnya aku memutuskan untuk bercerita tentang ayah..
       Aku di lahirkan di kota R****t, sebuah kota kecil di pulau Sumatera beberapa puluh tahun yang lalu. Ibuku seorang perantau dari jawa sedangkan ayahku adalah seorang pria keturunan jawa yang lahir di kota tersebut.
      Ayahku seorang yang kata orang tidak bisa di banggakan. Meskipun kakekku seorang pensiunan, namun ayahku tidak mengikuti jejak orang tuanya. Sebenarnya beliau memiliki ijazah yang cukup baik untuk mencari kerja dengan mudah.  Tapi bukannya dia mau bekerja, ayahku memilih untuk menjadi preman pasar.
         Hmm.
         Aku tersenyum mengingat apa yang di katakan pamanku tentang ayah.
         "Ternyata aku keturunan preman, tapi koq hatiku berwarna pink yak?". He he heu.
       Setelah menikah dan punya anak pun ayahku tidak berubah, dia tetap menjadi preman pasar sedangkan kebutuhan kami, aku dan ibuku, dipenuhi oleh kakekku. Saat itu aku masih bayi dan tidak tahu apa-apa. Aku juga segan untuk bertanya kepada ibuku tentang hal ini, aku takut mencederai perasaannya.
        Yang jelas ketika pamanku mendengar keadaan kami, beliau datang jauh-jauh dari jawa untuk menjemput kami. Kemudian kami, paman, ibu, ayah dan aku, kembali ke kampung halaman ibuku. Kami hidup sederhana di sana. Di sebuah desa yang jaraknya lumayan jauh dari pusat kota. Kami menjadi keluarga yang bahagia? Mungkin, aku lupa.
        Sampai di suatu saat ayahku pamit untuk pergi menjenguk keluarganya, beliau pergi dengan diantar pamanku sampai ke terminal bus. Tanpa rasa curiga apapun kami melepas kepergiannya. Setelah ayah pergi, kami terus menunggu kedatangannya, hari berganti, minggu berlalu dan bulan terus berjalan, namun ayahku tidak juga kembali, sampai kini.
         Ya, Ayahku jahat, kejam dan tidak bisa di jadikan panutan.
         Seringkali aku ingin bertanya kepada ibuku tentang ayah. Namun aku tidak tega mengungkit luka lama, aku takut itu akan menyiksa batin ibuku. Boleh jadi aku tidak pernah mengenalnya, namun itu cukup untuk menginspirasi hidupku. Ayahku telah memberi cukup alasan bagiku untuk menyayangi ibu. Karena kepergiannya , aku jadi belajar dan ikut merasa pahit dan getirnya seorang wanita yang di tinggalin suaminya pergi.
         Jujur, aku tidak membencinya, dan tidak akan pernah membencinya. Bagaimanapun juga dia adalah ayahku. Darinya Allah SWT menebar benih kehidupanku, menjadi manusia terpilih untuk menjaga ibuku. Dan syariat ISLAM mewajibkan aku untuk di nasabkan kepadanya. [meletakkan nama anak yang disertai dengan nama ayah setelah nama anaknya]. Seperti firman Allah SWT yang artinya: “Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka.” (QS. Al Ahzab : 5).
         Ayahku telah memberi pelajaran berharga yang tak pernah di ucapkan padaku. Aku harus menjadi pria yang bisa menghargai dan menghormati wanita yang aku cintai. Kepergiannya telah membuka mataku akan arti sebuah kesetiaan kepada pasangan disaat suka maupun duka, dalam tangis maupun tawa.
         Bagi seseorang yang sepanjang hidupnya tidak pernah di khianati, kesetiaan itu mungkin tidak begitu penting untuk di jaga dan di junjung tinggi. tapi bagi kami, aku dan ibuku, kesetiaan itu sangat berharga karena kami sudah merasakan bagaimana sulitnya kehidupan ketika kami kehilangan harapan akan kebersamaan dengan seorang ayah, seorang suami.
        "Ayah, aku tidak akan mengikuti jejakmu, aku tidak akan menukar kesetiaanku dengan hal apapun. Bagiku kesetiaan adalah persembahan wajib bagi pria untuk wanita yang di sayanginya, setiap saat, setiap waktu".
          Kepergianmu telah memberikan inspirasiku untuk menciptakan sebuah lagu untukmu:

Sampai Kini Kau Tak Kembali

                        Kau telah tiada bersamaku
                        
                        Ketika ku membuka mata
                    
                        Kau telah pergi dari sisiku
                      
                        Ketika ku mengenal dunia
           
            Reff:   
                        Beri aku kesempatan
                               
                        Bersamamu sebentar saja
                      
                        Kau selalu kurindukan
                          
                        Dalam kalbu palung jiwaku
                                          
                                    Sampai kini kau tak kembali
                                           
                                    Rindu ini hampir mati
                                  
                                    Sampai kini kau tak kembali
                                           
                                    Rindu ini hampir saja mati

           January 03rd 2010
******************************************************************

          "Dad, whatever you do and whoever you are, I Love You...!!!"

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...