Quantcast

Tuesday, September 3, 2013

Ayahku Inspirasiku

Hidup bahagia ayahku inspirasiku

Pin It!

     Jujur aku bingung untuk memulai cerita tentang orang-orang yang menginspirasi kehidupanku. Aku bingung memilih diantara ayah dan ibuku, siapakah yang akan aku ceritakan untuk pertama kali. Namun setelah melalui pertimbangan yang tidak mudah, akhirnya aku memutuskan untuk bercerita tentang ayah..
       Aku di lahirkan di kota R****t, sebuah kota kecil di pulau Sumatera beberapa puluh tahun yang lalu. Ibuku seorang perantau dari jawa sedangkan ayahku adalah seorang pria keturunan jawa yang lahir di kota tersebut.
      Ayahku seorang yang kata orang tidak bisa di banggakan. Meskipun kakekku seorang pensiunan, namun ayahku tidak mengikuti jejak orang tuanya. Sebenarnya beliau memiliki ijazah yang cukup baik untuk mencari kerja dengan mudah.  Tapi bukannya dia mau bekerja, ayahku memilih untuk menjadi preman pasar.
         Hmm.
         Aku tersenyum mengingat apa yang di katakan pamanku tentang ayah.
         "Ternyata aku keturunan preman, tapi koq hatiku berwarna pink yak?". He he heu.
       Setelah menikah dan punya anak pun ayahku tidak berubah, dia tetap menjadi preman pasar sedangkan kebutuhan kami, aku dan ibuku, dipenuhi oleh kakekku. Saat itu aku masih bayi dan tidak tahu apa-apa. Aku juga segan untuk bertanya kepada ibuku tentang hal ini, aku takut mencederai perasaannya.
        Yang jelas ketika pamanku mendengar keadaan kami, beliau datang jauh-jauh dari jawa untuk menjemput kami. Kemudian kami, paman, ibu, ayah dan aku, kembali ke kampung halaman ibuku. Kami hidup sederhana di sana. Di sebuah desa yang jaraknya lumayan jauh dari pusat kota. Kami menjadi keluarga yang bahagia? Mungkin, aku lupa.
        Sampai di suatu saat ayahku pamit untuk pergi menjenguk keluarganya, beliau pergi dengan diantar pamanku sampai ke terminal bus. Tanpa rasa curiga apapun kami melepas kepergiannya. Setelah ayah pergi, kami terus menunggu kedatangannya, hari berganti, minggu berlalu dan bulan terus berjalan, namun ayahku tidak juga kembali, sampai kini.
         Ya, Ayahku jahat, kejam dan tidak bisa di jadikan panutan.
         Seringkali aku ingin bertanya kepada ibuku tentang ayah. Namun aku tidak tega mengungkit luka lama, aku takut itu akan menyiksa batin ibuku. Boleh jadi aku tidak pernah mengenalnya, namun itu cukup untuk menginspirasi hidupku. Ayahku telah memberi cukup alasan bagiku untuk menyayangi ibu. Karena kepergiannya , aku jadi belajar dan ikut merasa pahit dan getirnya seorang wanita yang di tinggalin suaminya pergi.
         Jujur, aku tidak membencinya, dan tidak akan pernah membencinya. Bagaimanapun juga dia adalah ayahku. Darinya Allah SWT menebar benih kehidupanku, menjadi manusia terpilih untuk menjaga ibuku. Dan syariat ISLAM mewajibkan aku untuk di nasabkan kepadanya. [meletakkan nama anak yang disertai dengan nama ayah setelah nama anaknya]. Seperti firman Allah SWT yang artinya: “Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka.” (QS. Al Ahzab : 5).
         Ayahku telah memberi pelajaran berharga yang tak pernah di ucapkan padaku. Aku harus menjadi pria yang bisa menghargai dan menghormati wanita yang aku cintai. Kepergiannya telah membuka mataku akan arti sebuah kesetiaan kepada pasangan disaat suka maupun duka, dalam tangis maupun tawa.
         Bagi seseorang yang sepanjang hidupnya tidak pernah di khianati, kesetiaan itu mungkin tidak begitu penting untuk di jaga dan di junjung tinggi. tapi bagi kami, aku dan ibuku, kesetiaan itu sangat berharga karena kami sudah merasakan bagaimana sulitnya kehidupan ketika kami kehilangan harapan akan kebersamaan dengan seorang ayah, seorang suami.
        "Ayah, aku tidak akan mengikuti jejakmu, aku tidak akan menukar kesetiaanku dengan hal apapun. Bagiku kesetiaan adalah persembahan wajib bagi pria untuk wanita yang di sayanginya, setiap saat, setiap waktu".
          Kepergianmu telah memberikan inspirasiku untuk menciptakan sebuah lagu untukmu:

Sampai Kini Kau Tak Kembali

                        Kau telah tiada bersamaku
                        
                        Ketika ku membuka mata
                    
                        Kau telah pergi dari sisiku
                      
                        Ketika ku mengenal dunia
           
            Reff:   
                        Beri aku kesempatan
                               
                        Bersamamu sebentar saja
                      
                        Kau selalu kurindukan
                          
                        Dalam kalbu palung jiwaku
                                          
                                    Sampai kini kau tak kembali
                                           
                                    Rindu ini hampir mati
                                  
                                    Sampai kini kau tak kembali
                                           
                                    Rindu ini hampir saja mati

           January 03rd 2010
******************************************************************

          "Dad, whatever you do and whoever you are, I Love You...!!!"

1 comment:

Silahkan meninggalkan komentar yang relevan dengan tema artikel, di larang spam, no sara. Yang tidak sopan akan langsung di hapus system.
Terimakasih.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...