Quantcast

Friday, November 29, 2013

Janji adalah hutang, benarkah?

Apakah kamu menyukai Gaya Hidup Bahagia? Klik Like / suka

gaya hidup bahagia
   "Janji adalah hutang, dan hutang itu harus dibayar".
   Ya, seringkali terdengar kata-kata itu, kebanyakan orang akan setuju ketika mendengar statemen ini.Tapi itu dulu, untuk sekarang beda lagi. Zaman udah berubah coy..!! Telah banyak orang yang tidak menepati janjinya, mereka terlihat biasa aja, seolah tidak pernah terjadi apa-apa bahkan mereka seperti tidak merasa berdosa.
   Jika dilihat dari sudut pandang pembohong, berjanji lalu tidak menepatinya itu asyik, apalagi kalau kita memiliki segudang alasan yang cukup meyakinkan. Ingkar janji juga banyak untungnya, kita bisa berbuat apa aja, sesuka hati. Terlebih lagi seandainya orang yang kita bohongi tidak bisa berbuat apa-apa lagi terhadap kita. Bisa jadi saat-saat seperti itu adalah kemenangan terbesar bagi orang yang suka ingkar janji.
   Berbeda ketika kita memahami ingkar janji dari sudut pandang orang yang berakal sehatMenepati janji adalah bagian dari iman sedangkan ingkar janji, termasuk tanda kemunafikan dan bukti atas adanya sifat yang jelek serta rusaknya hati. Ingkar janji akan menimbulkan banyak permasalahan di belakang hari, seperti pertengkaran karena dendam dan perbuatan tercela lainnya.
   Ada sebuah hadits yang menguatkan pernyataan bahwa ingkar janji merupakan tanda orang munafik, yaitu:
"Tanda-tanda orang munafik ada tiga; apabila berbicara dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila dipercaya berkhianat.” (HR. Muslim)"
   Menepati juga merupakan cara untuk menjaga integritas, yakni korelasi antara kata-kata seseorang dan tindakannya. Sebagai contoh, seseorang berkata "Saya akan datang kerumahmu jam 7.00 malam, dan orang itu benar-benar datang kerumahmu jam 07.00 malam, maka dia mempunyai integritas 100%. Jika seseorang berkata "Saya akan datang kerumahmu jam 7.00 malam, dan orang itu tidak pernah datang, tidak pernah menelepon, tidak pernah minta maaf, maka pada saat itu integritasnya 0%, karena tindakan dan kata-katanya tidak sesuai dan tidak utuh.
gaya hidup bahagia
Integritas
   Integritas juga merupakan salah satu kunci sukses. Integritas dimulai dirumah, kalau seseorang tidak di percaya dirumah, dia pasti tidak bisa di percaya diluar.
Gaya hidup Bahagia
Awal Integritas

   Pada akhirnya orang menilai kita dari berapa banyak janji yang telah kita tepati. Jika integritasmu tidak bagus, begitu juga dengan kamu. maka dari itu jangan pernah memberikan janji yang kamu tidak berencana untuk menepatinya.

5 comments:

  1. hai!! WANSA
    RAMADHAN salam kenal

    orang jaman sekarang sudah tidak takut akan dosanya demi menjaga martabat dirinya dihadapan manusia dan itu kebanyakan sifat sifat dari orang munafik yang hendak menipu Allah tapi sejatinya menipu dirinya sendiri..
    janji itu sama dengan sebuah komitmen diri jika tidak ditepati hilanglah wibawanya dimata masyarakat

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal kembali bro. senang kenal dg kmu. maksih ats kunjungannya yak

      Delete
  2. Benar sekali gan
    Ane Sempat Terglitik Oleh Tema Postingan Ini
    thank's Visit Back "Osfir Insan Bersahaja

    ReplyDelete
  3. he he heu. Makasih kunjungannya gan, tunggu aja kedatangan ane.

    ReplyDelete

Silahkan meninggalkan komentar yang relevan dengan tema artikel, di larang spam, no sara. Yang tidak sopan akan langsung di hapus system.
Terimakasih.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...