Quantcast

Tuesday, December 24, 2013

Menjadi manusia yang bertanggung jawab

APAKAH KAMU MENYUKAI GAYA HIDUP BAHAGIA? KLIK LIKE / SUKA

  Manusia, tepatnya pria yang bertanggung jawab itu jumlahnya semakin lama semakin sedikit. Padahal pria-pria yang bertanggung jawab itu banyak di cari para wanita-wanita, terutama bagi mereka yang sedang mempersiapkan masa depannya seringkali mencari calon suami yang bertanggung jawab. Mana ada ya wanita yang mau di nikahi oleh pria yang tidak bisa tanggung jawab, bisa kiamat dunia.
   Untuk menambah kepercayaan kamu tentang statemen di atas, berikut kami kasih contoh SS-nya yang di ambil dari sebuah situs web kontak jodoh di Indonesia:
gaya hidup bahagia

gaya hidup bahagia

gaya hidup bahagia

gaya hidup bahagia

   Menjadi pria bertanggung jawab itu sangat penting, oleh sebab itu disini kami berusaha menghadirkan tips singkat bagaimana memiliki sikap yang bertanggung jawab.
    Ada beberapa langkah sederhana untuk membentuk jiwa yang bertanggung jawab, misalnya biasakan diri dengan kejujuran dan ketelitian serta pertahankan kehidupan spiritual yang bersih. Bagaimanapun juga jika kita berpegang teguh pada aturan agama yang kita percaya maka sikap tanggung jawab itu akan selalu melekat menjadi kebiasaan yang ringan untuk di jalani.
    Selain itu berhentilah menyalahkan orang lain atas kesalahan dan kekurangan diri. Ingat, tidak ada manusia yang sempurna kan? Jujurlah dengan diri kamu sendiri dan bersiaplah untuk memikul tanggung jawab dan menerima konsekuensi dari setiap keputusan yang kalian ambil. Ya, ini akan sulit karena sudah menjadi kecenderungan  umum untuk menolak bertanggung jawab atas kesalahannya. Sangat sedikit orang bersedia untuk bertanggung jawab atas kesalahan dan kecelakaan yang pasti terjadi dalam kehidupan . Sebaliknya , mereka cenderung untuk melemparkan kesalahan pada orang lain dan mengeluh akan keadaan yang terjadi di luar kendali mereka.
   Ada, tentu saja, situasi dimana kita tidak memiliki pilihan lain. Tapi seringkali kita lebih cenderung menemukan diri kita dalam dilema yang kita buat sendiri - dilema yang kita menolak untuk bertanggung jawab.
   Telah berapa kali kita mendengar orang mengatakan sesuatu seperti, " Ini benar-benar bukan salahku . Kalau saja dia atau dia telah bertindak secara berbeda maka saya tidak akan berbuat seperti yang saya lakukan". Ungkapan kekesalan seperti ini merupakan reaksi standar untuk kebanyakan orang . Mereka mencerminkan kapasitas tak terbatas manusia untuk rasionalisasi, menyalahkan orang lain, dan menolak untuk bertanggung jawab. Sayangnya , semua itu memiliki konsekuensi negatif . Orang-orang yang selalu menyalahkan orang lain atas kesalahannya berada dalam bahaya dan akan menjalani hidup dengan itikad buruk dan bisa lebih buruk lagi , mereka berisiko merusak esensi mereka sebagai manusia.
   Mari menjaga diri dan selalu siap siaga untuk memikul tanggung jawab agar kita menjadi manusia yang lebih baik.
 Salam: Wansa 

4 comments:

Silahkan meninggalkan komentar yang relevan dengan tema artikel, di larang spam, no sara. Yang tidak sopan akan langsung di hapus system.
Terimakasih.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...