Quantcast

Monday, January 13, 2014

Meratapi nasib

   Hidup bahagia selalu menjadi dambaan setiap insan manusia. Untuk menggapainya kita perlu membiasakan diri untuk memiliki mental yang kuat dan tidak berlama-lama meratapi nasib.
   Seringkali kita mendapati diri kita berada dalam posisi sulit dan hidup terasa tidak adil. Bagi orang yang memiliki mental lemah maka mereka akan meratapi nasib buruk itu. Ada yang mengurung diri di kamar, mogok makan, menangis sepanjang hari bahkan mencoba bunuh diri. Miris bukan?!
   Lain halnya jika kita memiliki mental yang kuat, daripada duduk-duduk mengasihani diri sendiri dan sibuk memikirkan bagaimana orang memperlakukan mereka, pemilik mental yang kuat akan segera bangkit karena tidak ada yang lebih berhak untuk bertanggung jawab atas dirinya kecuali dirinya sendiri.
   Menyadari bahwa kehidupan itu tidak selalu berjalan mulus itu penting. Perlu di ingat bahwa tidak semua orang akan memperlakukan kita dengan adil, jadi ketika situasi sedang memburuk, lebih baik kita mencari hal lain yang lebih berpihak kepada kita.
   Jangan mengeluh dengan semua yang telah terjadi. Sebaliknya, fokuslah pada apa yang dapat kita kontrol dalam kehidupan. Ketahuilah bahwa kadang-kadang, satu-satunya hal yang dapat kita kontrol adalah sikap.
   Jangan takut untuk berubah, jadilah fleksibel dan sambutlah perubahan yang positif. Seringkali perubahan tidak bisa dihindari dan percayalah pada kemampuan untuk beradaptasi
   Untuk menghindari hal yang lebih buruk maka belajarlah dari masa lalu agar tidak mengulangi kesalahan tersebut dan bisa mengambil keputusan yang lebih baik di masa yang akan datang.
   Ingat, ini bukan berarti saran untuk lari dari masalah tapi tentang bagaimana kita tidak menyerah dengan ketidaknyamanan dan ketidakadilan.
   Dilarang keras untuk meratapi nasib...!!!
Ada sebuah pesan menarik dari Wansa untuk anda: Capai Kebebasan Keuangan dan Waktu Melalui Properti TANPA MODAL Dengan Property Cash Machine E-Learning 
 
   Itu saja.
   Good luck.
 Best wishes by: Wansa R

Wednesday, January 8, 2014

Mimpi yang smart

   Memiliki mimpi itu wajib karena tanpa bermimpi kita tidak akan pernah bisa mendapatkan apa yang tidak pernah kita impikan. Tapi memiliki mimpi aja tidak cukup, kita harus memiliki mimpi yang smart.
   Apa sih maksud mimpi yang smart itu? Mudah saja, lihatlah foto-foto di bawah ini, kemudian apa yang ada di pikiran anda?

gaya hidup bahagia
Menuju keindahan
    Ini adalah beberapa foto sebuah Mall yang sedang dalam tahap pembangunan.
gaya hidup bahagia
Menawan
    Setelah ini cobalah anda duduk sendiri dan pikirkan apa yang baru kamu lihat.
gaya hidup bahagia
Sendiri
   Jika anda tidak merasakan apa-apa, itu artinya anda sedang tidak punya mimpi. Jika anda melihat itu suatu keindahan lalu ingin memilikinya, itu artinya anda telah memiliki mimpi. kemudian jika anda melihat itu suatu keindahan, ingin memilikinya dan take action untuk mewujudkan cita-cita untuk memiliki keindahan ini maka inilah yang di sebut dengan mimpi yang smart.
   Intinya adalah mimpi yang smart itu bukanlah mimpi yang sekedar mimpi saja tanpa ada usaha untuk mewujudkannya. Itu dia.

Bebas memilih bukan berarti bebas resiko

   Menerapkan Gaya Hidup Bahagia itu tidak harus sulit. Cukup lakukan hal-hal yang sederhana saja. Misalnya, hindari kesenangan yang dangkal dan sementara. Carilah kesenangan yang menenangkan dan berkontribusi terhadap ketenangan pikiran. Kesenangan yang benar adalah kesenangan yang teratur dan terkendali.
   Dalam berbagai bentuk dan kekuatan, kesenangan adalah hal yang setiap orang cari dalam kehidupan ini. Namun tidak semua kesenangan itu sama. Beberapa kesenangan palsu-dangkal dan sementara akan memudar seiring berjalannya waktu setelah semuanya yang menciptakan kesenangan dalam diri kita berakhir. Seringkali kesenangan yang dangkal dan sementara itu akan berakhir dengan perasaan hampa, penuh rasa sakit dan psikologi yang menderita.
   Bentuk kesenangan yang lain adalah kesenangan yang dalam, awet dan berkesinambungan meskipun kejadian yang memberi ketenangan itu telah berakhir. Kesenangan inilah yang menjaga kebahagiaan tetap hidup abadi.
   Pada awalnya semua tindakan itu akan menjadi kesenangan, yang membedakan keduanya terletak pada hasil akhir. Biasanya kesenangan sementara itu di sebabkan karena dalam bertindak kita tidak mampu mengontrol emosi dan nafsu sehingga kita selalu mengikuti arus, yang penting hepi "katanya". Sedangkan kesenangan yang awet itu selalu di barengi dengan kontrol yang baik dalam bertindak.
   Kesenangan adalah akibat dari pilihan hidup. Pilihan untuk menikmati kesenangan sementara atau mengusahakan kebahagiaan sejati di masa depan. Kita bebas memilih namun tidak akan bebas dari akibat pilihan kita tersebut. Hanya kita sendiri yang wajib untuk bertanggung jawab atas apa yang berlaku di masa depan, bukan orang lain.
   Yang terpenting dari semuanya itu adalah tindakan, misalnya tentang keuangan, tindakan kita hari ini akan menentukan apakah kita bisa bebas secara finansial di masa yang akan datang.
   Ada sebuah pesan menarik dari Wansa untuk anda: Capai Kebebasan Keuangan dan Waktu Melalui Properti TANPA MODAL Dengan Property Cash Machine E-Learning 

Thursday, January 2, 2014

Mengendalikan diri

   Setelah beberapa hari yang lalu kita membahas Tips agar kita tahu waktunya untuk berhentiMenjadi manusia yang bertanggung jawab dan Hidup sederhana, pada kesempatan ini Wansa akan membahas satu hal yang tidak kalah pentingnya bagi kita untuk di terapkan dalam kehidupan sehari-hari yakni tentang mengendalikan diri.
   Banyak orang kehilangan semua yang dimilikinya hanya karena dia tidak bisa mengendalikan diri. Ada pula banyak orang yang sukses dalam berbagai hal karena mereka mampu mengendalikan dirinya. Kenyataan itu membuktikan betapa pentingnya pengendalian diri.
   Mengendalikan diri berarti melawan setiap kekuatan atau pengaruh dari luar yang mungkin membatasi pikiran dan tindakan, berhenti menipu diri sendiri, percaya hanya pada apa yang secara pribadi berguna. Beri kebebasan yang lengkap dalam setiap perjuangan, kekuatan untuk menaklukkan kekuatan psikologis dan spiritual negatif yang menghalangi kehidupan yang sehat membutuhkan ketegasan yang keras tanpa toleransi.
   Sejak zaman kuno hingga modern ini menegaskan bahwa kebebasan pribadi adalah sesuatu yang sangat diinginkan dan salah satu berkah besar kehidupan. Namun hari ini kebebasan cenderung di artikan dengan kebebasan politik. Oleh karena itu, kebebasan sering dianggap sebagai hadiah untuk perjuangan politik dan diukur dari kemampuan seseorang untuk melaksanakan hak-hak individu.
   Kebebasan sejati memerlukan perjuangan, perlawanan terhadap setiap kekuatan eksternal yang mungkin membatasi pikiran dan tindakan serta perjuangan untuk menundukkan kekuatan psikologis dan spiritual dari dalam diri sendiri yang menghalangi kemandirian.
   Kebanyakan dari kita memiliki kemampuan tak terbatas untuk menipu diri sendiri, percaya apa yang secara pribadi berguna dan nyaman dengan mengorbankan kebenaran dan realitas yang semuanya memiliki akibat bencana. Misalnya, seseorang sering menipu diri mereka sendiri dengan berpegang pada ucapan orang yang di cintainya serta percaya apa yang mereka ingin percaya saja. Pada akhirnya mereka menyalahkan orang lain ketika kebenaran terungkap. Mereka adalah orang-orang yang akhirnya membuat keputusan salah karena lebih percaya orang yang di cintainya daripada orang yang mengatakan kebenaran sesungguhnya
   Contoh lain adalah bagaimana para pelajar juga menipu diri mereka sendiri dengan keyakinan bahwa mereka bisa lulus ujian tanpa belajar, dan akhirnya mereka menyalahkan guru untuk kegagalan mereka.
   Masih banyak contoh lain tentang tindakan kecerobohan seseorang yang berakhir dengan kegagalan. itu menjadi pengingat bagi kita untuk selalu berhati-hati dan mengendalikan diri dengan sabar agar mampu melihat bahwa di balik keindahan itu ada bencana.
   Percaya?
   Harus.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...