Quantcast

Thursday, January 2, 2014

Mengendalikan diri

   Setelah beberapa hari yang lalu kita membahas Tips agar kita tahu waktunya untuk berhentiMenjadi manusia yang bertanggung jawab dan Hidup sederhana, pada kesempatan ini Wansa akan membahas satu hal yang tidak kalah pentingnya bagi kita untuk di terapkan dalam kehidupan sehari-hari yakni tentang mengendalikan diri.
   Banyak orang kehilangan semua yang dimilikinya hanya karena dia tidak bisa mengendalikan diri. Ada pula banyak orang yang sukses dalam berbagai hal karena mereka mampu mengendalikan dirinya. Kenyataan itu membuktikan betapa pentingnya pengendalian diri.
   Mengendalikan diri berarti melawan setiap kekuatan atau pengaruh dari luar yang mungkin membatasi pikiran dan tindakan, berhenti menipu diri sendiri, percaya hanya pada apa yang secara pribadi berguna. Beri kebebasan yang lengkap dalam setiap perjuangan, kekuatan untuk menaklukkan kekuatan psikologis dan spiritual negatif yang menghalangi kehidupan yang sehat membutuhkan ketegasan yang keras tanpa toleransi.
   Sejak zaman kuno hingga modern ini menegaskan bahwa kebebasan pribadi adalah sesuatu yang sangat diinginkan dan salah satu berkah besar kehidupan. Namun hari ini kebebasan cenderung di artikan dengan kebebasan politik. Oleh karena itu, kebebasan sering dianggap sebagai hadiah untuk perjuangan politik dan diukur dari kemampuan seseorang untuk melaksanakan hak-hak individu.
   Kebebasan sejati memerlukan perjuangan, perlawanan terhadap setiap kekuatan eksternal yang mungkin membatasi pikiran dan tindakan serta perjuangan untuk menundukkan kekuatan psikologis dan spiritual dari dalam diri sendiri yang menghalangi kemandirian.
   Kebanyakan dari kita memiliki kemampuan tak terbatas untuk menipu diri sendiri, percaya apa yang secara pribadi berguna dan nyaman dengan mengorbankan kebenaran dan realitas yang semuanya memiliki akibat bencana. Misalnya, seseorang sering menipu diri mereka sendiri dengan berpegang pada ucapan orang yang di cintainya serta percaya apa yang mereka ingin percaya saja. Pada akhirnya mereka menyalahkan orang lain ketika kebenaran terungkap. Mereka adalah orang-orang yang akhirnya membuat keputusan salah karena lebih percaya orang yang di cintainya daripada orang yang mengatakan kebenaran sesungguhnya
   Contoh lain adalah bagaimana para pelajar juga menipu diri mereka sendiri dengan keyakinan bahwa mereka bisa lulus ujian tanpa belajar, dan akhirnya mereka menyalahkan guru untuk kegagalan mereka.
   Masih banyak contoh lain tentang tindakan kecerobohan seseorang yang berakhir dengan kegagalan. itu menjadi pengingat bagi kita untuk selalu berhati-hati dan mengendalikan diri dengan sabar agar mampu melihat bahwa di balik keindahan itu ada bencana.
   Percaya?
   Harus.

4 comments:

  1. pengendalian diri emang paling pnting untuk hidup kita ini gan :D

    ~ Blogwalking Andrekocak Blog ~

    ReplyDelete
  2. bisa sebagai refrensi hidup nih..............
    baca jugatutorial jaringan

    ReplyDelete

Silahkan meninggalkan komentar yang relevan dengan tema artikel, di larang spam, no sara. Yang tidak sopan akan langsung di hapus system.
Terimakasih.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...