Quantcast

Wednesday, June 4, 2014

Isolasi Sosial itu Mematikan

    Kita semua ingin memiliki hubungan jangka panjang yang menyenangkan. Tapi seringkali kebanyakan dari kita mengalami sebuah dilema besar di beberapa titik kehidupan. Dalam hubungan yang penuh tekanan kita akan bertanya-tanya apakah lebih baik putus atau tetap mempertahankan sebuah hubungan. Jika kita telah mengalami perpisahan yang menyakitkan, yang umum terjadi kita akan bimbang untuk memutuskan apakah terus sendiri atau mencoba mengambil resiko dengan menjalin hubungan baru yang menjanjikan kebahagiaan selamanya.
    Sebagian besar orang percaya bahwa menjalin hubungan lebih baik daripada hidup sendiri. Itu sebabnya banyak orang terus menikah meskipun angka perceraian tetap tinggi untuk pernikahan pertama dan bahkan lebih tinggi untuk pernikahan berikutnya karena kita tahu bahwa memiliki hubungan yang baik adalah aset yang sangat berharga.
    Dalam kesibukan, keseharian yang penuh stress membuat kita kesulitan untuk mengembangkan dan mempertahankan persahabatan erat yang dapat mendukung dan ada disaat yang dibutuhkan. Masalah ini sering terjadi pada pria yang sering memiliki jaringan sosial yang lebih terbatas daripada wanita dan seringkali tidak pandai menjaga persahabatan atau memulai yang baru.
    Bagaimanapun, mempertahankan hubungan jangka panjang yang serius dan penuh komitmen itu sulit namun menyenangkan. Kita tidak harus memilih antara menjadi jomblo atau berpasangan. Kita bisa hidup tanpa pasangan dan memiliki hubungan sosial yang sehat bersama teman-teman. Atau kita bisa berada dalam sebuah hubungan jangka panjang penuh berkomitmen dan memiliki jaringan sosial yang sehat dengan teman-teman.
    Singkatnya, kita tidak harus menjalani sesuatu hubungan layaknya memilih antara kesehatan dan kekayaan. Seperti salah satu orang mengatakan kepada saya, "Saya lebih suka menjadi kaya dan sehat daripada sakit dan miskin."
    Jadi, jika kita bisa memiliki pasangan yang baik dan bahagia, mengapa harus menjadi jomblo dan tidak bahagia?
    Bukankah begitu?

No comments:

Post a Comment

Silahkan meninggalkan komentar yang relevan dengan tema artikel, di larang spam, no sara. Yang tidak sopan akan langsung di hapus system.
Terimakasih.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...