Quantcast
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Saturday, August 2, 2014

Bukan Suara Tokek

"Andai saja ada kata "tidak" maka hari ini akan ada saat dimana kata "iya" datang lebih cepat daripada sang rencana,
Ya Rezeki memang tidak kemana, hanya saja rencana perjalanan hidup memang harus berubah,
Kota yang kamu rindukan belum tentu menjadi tujuan perjalananmu.
Boleh jadi kota tak terduga itu memiliki pantai yg lebih indah,
dengan destinasi wisatanya kuliner yang wah dg jus alpukat dan rendang daging sapi di hari raya Idul Fitri,
Ah andai saja itu nikmat sekali,
Sayangnya kini aku terdampar di kota sunyi, tak ada suaranya lagi,
Iyaaa, suara itu ga akan ada lagi.
Saat seperti ini selalu datang tanda tanya,
Kapan kita bisa ngaliwet bareng guys?
Ga perlu di tempat yang mewah dengan hingar bingar suara musik,
Ditemani suara tokek aja aku udah seneng koq.
Hey kamu, iyaaa kaaamuuu...
(Bukan tokek itu)
Lagi seneng kan?
Iya
Syukurlah aku jadi punya hiburan.
Tapi maaf aku ga bisa lama-lama di sini,
Salim dulu yuk,
Minal aidin wal faidzin,
Mohon maafkan kesalahan saya lahir dan batin,
termasuk kesalahan saya dalam menafsirkan pikiranmu,
Kalo tidak ikhlas untuk memaafkan juga ga apa-apa.
he he he
Wassalamu'alaikum wr.wb

Sunday, July 13, 2014

Hanya Allah yang Tahu Ridho-Nya

"Tidak semua orang mampu memahami apa yg engkau katakan.
Bisa jadi dibalik kata keikhlasan tersimpan kesedihan yg tidak kamu ketahui,
Ingatlah kiranya dunia adl panggung sandiwara, dimana banyak senyum palsu utk menenangkan jiwamu.
Banyak pula jiwa-jiwa beku yg tdk bisa mengatakan apa yg seharusnya di ucapkan.
Ada tangis di balik tawa dan ada ribuan tetes air mata di balik sebuah senyuman.
Segalanya berawal dari niat, bernilai atas dasar niat dan akan terbalas sesuai dg kadar niat,
Ridho itu sederhana tapi sulit dipahami,
Ridho itu tak terlihat, tak terdengar dan tak terasa,
Hanya Allah yg tau kadar ridho dalam hati setiap manusia.
Hanya Allah yg tau adakah engkau merelakan sesuatu atas dasar ridho-Nya.
Hanya Allah yg tau, tak ada yg lain.
Siapapun itu.
Bintan, ba'da Isya' 13 July 2014

Saturday, July 12, 2014

Kamulah Sang Pemenang Itu

"Bahkan ketika di dalam nafas terakhirpun aku akan berusaha menepati janjiku kepadamu"
Selamat jalan my best friends,
Tiada lagi malam bulan purnama yang kita lihat lagi bersama
Engkau harus mengambil hadiah dari Allah untuk sang pemenang,
Engkau lebih berhak untuk mendapatkan apa yang pantas engkau dapatkan,
karena engkaulah sang pemenang.
Lepaskan beban lepaskan ikatan,
Semoga engkau selamat dan bahagia sampai tujuan,
Berjalanlah menuju podium itu,
aku di sini tersenyum dan bersorak untukmu,
Suatu saat nanti
Jika ada waktumu untuk melirikku,
Do'akan aku untuk bisa menyulap jalanan ini menjadi layak huni
Bersih gemerlapan oleh cahaya rembulan
Kan ku pelihara masjid di tepian jalan ini agar semua orang bisa memanjatkan do'anya,
Dan ketika engkau mengintip dari balik jendela,
Adakah seulas senyummu disana?
Jika tidak..
Jangan memaksa
Lepaskan saja
Kolong jembatan ini masih terlalu luas untuk menahan derasnya airmata.
#W-1
Bintan, ba'da dzuhur, 12 Juli 2014

Saturday, July 5, 2014

Pergilah meski harus tanpa pesan

"Keyakinanmu akan sesuatu yg tak jelas itu akan semakin tergerus oleh asa yg mulai sirna,
Asa yg disirnakan oleh tawa orang-orang yg berkata hanya untuk meninggalkan jejak seolah dia peduli kepadamu.
Padahal tidak, diluar sana dia melupakanmu, menghinakanmu, mengingkari janji dan mengkhianati kepercayaanmu.
Janganlah engkau terlalu menggantungkan harapan kepada mereka,
Manusia biasa.
Genggam tangannya dengan tanganmu,
Tanganmu akan terasa lebih ringan dalam melepaskan apa yg belum menjadi hak,
Namun tidak demikian dengan hati, perlu merobeknya jika hatimu telah terkunci dan itu teramat sangat sakit.
Karenanya jangan pernah menyimpannya dalam hati ketika sesuatu itu belum menjadi hak bagimu.
Ketika hak itu telah menjadi milikmu maka menyimpannya dalam hati adalah Kewajiban bagimu."

Thursday, October 24, 2013

Terimakasih Tuhan

Apakah kamu menyukai Gaya Hidup Bahagia? Klik Like / suka

Puisi
Gaya Hidup Bahagia
Terimakasih Tuhan


Thursday, October 17, 2013

Aku adalah



Friday, October 11, 2013

Nero

Apakah kamu menyukai Gaya Hidup Bahagia? Klik Like / suka

gaya hidup bahagia
NERO

Nero..!!
Terbangmu yang terlampau tinggi
Telah mencipta setitik derita
Berkembang tumbuh tiada langsai
Dalam kalbuku yang semampai
Biarlah Nero, biarlah aku terpaku oleh jemu
Karena Tiada berkehiliran janjimu
Hingga meracun hati rasa menunggu
Nero..!!
Insyaflah artinya hidupku tanpamu
Hanya karena terpaksa
Aku mesti hidup saja
Tapi aku belum jemu, menghitung waktu
Nero..!!
Bila engkau ingin disebut "manusia"
Haruslah kau tepati janjimu
"Habis perkara!".

Saturday, September 28, 2013

Sesuatu Itu Menjadi Pertanyaan

Apakah kamu menyukai Gaya Hidup Bahagia? Klik Like / suka

Hidup Bahagia
Sesuatu itu belum berlalu
Sesuatu itu masih segar dalam ingatanmu dan masih terpatri dalam diriku
Sesuatu yang terlukiskan di atas kanvas-kanvas bergelombang
Di atas batu karang meninggi
Berselimut air laut tanpa pernah surut
Dan sesuatu itu terus saja di situ untuk menghitung detik-detikmu
Memenjarakan akal yang tersembunyi di balik kain wol keangkuhan jam-jamku
Sesuatu itu masih merona di atas tiang-tiang merapuh
Meski beruang kutub seputih salju di winter sonata terindah telah datang merobeknya
Tanpa salam...
Tanpa Jawaban...
Salam tinggallah sendiri
Tanpa ampunan di bulan suci
Berulangkali
Sampai kini sesuatu itu terus berkibar diantara bunyi sirine pemadam kebakaran
Api-api hawiyah.
Sesuatu itu semakin lama semakin layu
Akupun tiada mengerti
Mengapa sesuatu itu berubah menjadi pertanyaan-pertanyaan aneh yang selalu muncul di otakku
Silih berganti
Dengan susah payah aku mencari jawabnya
Bertanya kepada setiap insan yang kutemui
Mengadu kepada setiap benda yang kulihat
Juga kepada kertasku dan pena kesayanganku
Namun semuanya tak bisa memberi yang pasti
Dan pertanyaan-pertanyaan itu semakin membara
Ku dengar deru angin sepoi
Sembari berharap dia datang membisikkan suatu tanda
Ku tengadahkan kepala di bawah gemericik air hujan
Berharap api yang membara akan padam
Namun semuanya percuma
Hanya membuat hatiku semakin bosan
Dengan penuh keyakinan
bahwa aku di kutuk Tuhan...!!!

Bintan, 29 November 2005

Tuesday, September 24, 2013

Nafas Cinta

Apakah kamu menyukai Gaya Hidup Bahagia? Klik Like / suka

Gaya Hidup Bahagia

Ketika bumi terguncang begitu hebatnya oleh cinta
Seluruh insan makin terlarut dalam bilur-bilur embun asmara.
   Selangkah namun pasti
   Desahan nafas-nafas mulai panjang
   Lalu putus terhenti
   Dan korban pertama telah mati.
Pun demikian dengan nafasku,
Mulai terengah dan tersengal
Ragaku mulai redup dan layu
Jiwaku resah...
Pilu...
Karena aku baru mengerti
Ternyata cinta bukanlah nikmat hakiki.

Pacitan, 02 Mei 2004

Monday, September 23, 2013

Sahabat

Apakah kamu menyukai Gaya Hidup Bahagia? Klik Like / suka


Bintan, 26 September 2008

Sahabat...
Kapan pesta ini berakhir?
Aku lelah
Menenggak anggur yang merona gosong, mendebarkan dan memabukkan
    Tanganku capek
   Menuang bir dari botol kosong,
   Sesaat...
   Dan Hanya nampak tutupnya sahaja.
Sahabat...
Kapan pesta ini berakhir?
Aku lelah
Melongok ke atas langit mendung dan menyaksikan bintang-bintang buatan yang terpecah.
Tengkukku pegal
Seolah terpenggal
Ketika aku melewatkan sinaran bunga apimu
Engkau selalu menjegalku.
   Sahabat...
   Kapan pesta ini berakhir?
   Aku lelah merayakan keimitasian dan menyelam di kolam kenaifan yang sejengkal
   kosong melompong dan mendayu biru itu
Sahabat...
Kapan pesta ini berakhir?
Aku lelah
Aku capai
Bilakah semuanya langsai?

Friday, August 30, 2013

Aku dan Pelangi

Apakah kamu menyukai Gaya Hidup Bahagia? Jika iya, silahkan kamu melanjutkan baca atau klik Like laman Facebook kami di sini. Untuk mendapatkan kunjungan balik, jangan lupa untuk meninggalkan komentar.


Pelangi
hanya dialah yang ingin ku temui,
pertama kali
semenjak kapal ciremai itu membawaku berlabuh
di sudut pulau ini
24 Januari 2005 lalu
Hingga kini
sudah seringkali pelangi dan aku bertemu
membalut rindu
namun perjumpaan ini seakan tak berarti
dan semua tak pernah ku syukuri
Pasti.
Pasti Ada yang salah dalam otak ini.

Sutradara Tua

Apakah kamu menyukai Gaya Hidup Bahagia? Jika iya, silahkan kamu melanjutkan baca atau klik Like laman Facebook kami di sini. Untuk mendapatkan kunjungan balik, jangan lupa untuk meninggalkan komentar.


Telah lama engkau terbaring
tapi kenapa?
Kenapa, Sutradara tua?
Sampai kini engkau belum terlelap,
malah asyik mengukir lamunan.
     Banyak orang yang geram,
     Tiada sedikit pula yang menanya,
     Apakah ini isyarat?
     Atau hanya suatu syarat?
Kalau engkau belum tidur,
kenapa malu?
Bangun saja Sutradara Tua!
Mumpung hari masih sore
biarpun mentari tinggal separuh lagi.
     Aturlah artismu lagi
     dan terserah padamu
     mau membikin film laga?
     atau membuat romantika?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...